• Latest News

    Menguak Hoax Jokowi Keturunan PKI (Bag. 2)

    Melanjutkan bagian pertama Hoax Jokowi Keturunan PKI bagian pertama,
    Seperti yang sudah dipaparkan di bagian pertama, fitnah  Jokowi keturunan PKI seperti tiada habisnya. Hoax demi hoax terus diluncurkan. Padahal bila kita menggunakan akal sehat sebentar saja akan banyak sekali kejanggalan dari hoax Jokowi keturunan PKI, lihat saja awal isu ini di mulai ketika Jokowi resmi mengajukan diri sebagai Calon Presiden periode 2014 s/d 2017. Saat itu Jokowi memang memiliki elektabilitas yang sulit disaingi oleh capres manapun. Tentu saja pencalonannya ini membuat gudah gelisah Capres Prabowo yang sudah mengeluarkan dana tak sedikit untuk iklan beliau di berbagai media. Dan sejak itulah berbagai hoax mulai dilancarkan dari antek aseng, anti Islam, warga negara Cina, capres boneka, keturunan PKI, Hoax demi hoax ini akan penulis bahas di lain kesempatan.
    Bukan kah hal yang sangat aneh Jokowi yang telah menjabat dua kali Wali Kota Solo, Gubernur Jakarta dan Calon Presiden saat itu tentunya sudah berkali kali ditinjau tentang kewarga negaraannya dan asal usul keluarganya, bagaimana mungkin pihak KPU bisa berulang kali mengalami kesalahan dalam mengidentifikasi latar belakang calon pemimpin daerah dalam hal ini adalah Bpk Joko Widodo.
    Dari berbagai hoax yang tersebar di jagad maya ini akhirnya lahir seorang penulis antah berantah yang kemudian mempopulerkan bukunya yang berjudul "Jokowi Undercover"  Sang penulis buku tersebut bernama Bambang Tri Mulyono atau biasa dipanggil Mas Mul, Sebelum menerbitkan buku Jokowi Undercover yang bersangkutan juga pernah menerbitkan buku "Adam 31 Meter" Di catatan akhir bukunya tersebut adalah Prabowo Subianto, sosok pemimpin ideal dalam pandangan Bambang selama ini. Sebuah kebetulan kah??


















    Dan sepertinya Bambang Tri bukan orang yang asing di kubu Gerindra, terlihat dari dokumentasi yang tersebar di media sosial kalau beliau pernah bertemu dengan Fadly Zon.
























    Gara gara bukunya ini Bambang Tri ditangkap polisi, Ia dituduh menyebar kebohongan dalam bukunya, Salah Satu isinya menyebut Presiden Joko Widodo keturunan PKI,
    Bambang Tri juga pernah meng ekspose video dirinya yang seolah menantang pihak berwajib dan Presiden bahwa dirinya melakukan karena merasa benar dan tidak takut untuk mengungkap kebenaran versi dirinya sendiri.



    Hingga saat tulisan ini dibuat Bambang Tri masih dalam tahanan Kepolisian Daerah Metro Jaya, dan polisi masih menelususi peran orang lain dan membiayai penerbitan buku Jokowi Undercover. Meskipun Bambang Tri mengaku membiayai bukunya ini dengan biaya sendiri.
    Bareskrim bedah buku terkuak fakta mengejutkan buku Jokowi Undercover. Ada hal yang tak terduga ditemukan setelah polisi melakukan penelusuran lebih dalam. Setiap penulis memiliki kapabilitas tak hanya punya konsep dalam menulis, namun juga dilengkapi dengan fakta data akurat serta metodologi penulisan yang berlaku. Nah kali ini penyidik Bareskrim yang menelusuri Bambang Tri tersangka ujaran kebencian dan berbau SARA dalam buku Jakarta Undercover menemukan banyak kejanggalan. Buku setebal 400 halaman ini sudah dilakukan bedah buku oleh penyidik Bareskrim atas perintah Kapolri Tito Karnavian "Saya sudah perintahkan tim Bareskrim untuk bedah buku, dilihat fakta faktanya karena di dalam dunia penulisan harus ada metodologi., kata beliau di Mabes Polri Rabu tanggal 4 Januari 2017. Metologi yang dimaksud beliau adalah harus ada data pendukung, Dimana di dalam buku itu Bambang Tri menyatakan bahwa Presiden Jokowi adalah keturunan dari Tionghoa.Sehingga hal itu harus didukung data namun tidak dilakukan oleh Bambang Tri. Tidak ada data sekunder yang mendukung tulisannya tersebut, dia hanya menyatakan mengetahui dari orang lain dan tidak ada referensi sama sekali jadi dia hanya menganalisa sendiri melalui foto, padahal Bambang Tri yang hanya lulusan SMA sama sekali tidak punya kemampuan untuk itu. Penyidik juga sempat melakukan interview terhadap Bambang Tri dan ternyata hasilnya intelektualitas Bambang Tri relatif menengah kebawah,
    Untuk diketahui, kasus ini bermula dari diskusi buku "Jokowi Undercover" yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang Jawa Tengah tanggal 19 Desember 2016, Dari pukul 20:00 s/d 24:25. Diskusi ini berbuntut panjang karena dalam buku tersebut banyak menyerang pribadi Presiden joko Widodo. Salah satunya Bambang Tri menyebut kalau Jokowi adalah berasal dari keluarga Partai Komunis Indonesia (PKI). Usai diskusi selanjutnya isi buku tersebut menyebar luas bahkan hingga menjadi pesan berantai. Polda Jawa Tengahpun mulai melakukan peyelidikan dan pemanggilan kepada Bambang Tri untuk pembuatan BAP, Dalam pemanggilan pertama Bambang sempat mangkir tanpa alasan yang jelas, Lalu dilakukan pemanggilan kedua dan upaya jemput paksa dari kediamannya di Blora, untuk selanjutnya diperiksa di Kapolsek Tunjungan Blora, sebagai saksi.
    Hasil pemeriksaan Bambang Tri dari analisis penyidik keterangan Bambang Tri tidak mendasar hanya berdasarkan informasi yang beredar yang sumbernya sama sekali tidak bisa dipertanggung jawabkan. Selanjutnya Bambang Tri dinyatakan tersangka dan kasusnya di limpahkan ke Bareskrim Polri. Dan akhirnya dilakukan penahanan pada tanggal 30 Desember 2017. Dia dijerat pasal 16 UU no 40 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras & Etnis dan Pasal 28 ayat 2 UU ITE pasal 207 KUHAP tentang Penghinaan Terhadap Prnguasa Negara. Michael Bimo juga melakukan pelaporan atas dugaan Pencemaran nama baik dan fitnah karena dalam tulisan Bambang Tri tersebut turut menyebut Michael Bimo sebagai saudara kandung Jokowi tertulis pula Jokowi bukan anak kandung dari Ibu Sudjiatmi,
















    Hal tersebut tentu saja dibantah oleh Ibunda Jokowi. Demikian video bantahan tersebut.


    Kini jelas bahwa tulisan Bambang Tri ini hanya berupa prasangka pribadi saja yang patut di duga berawal dari kebencian terhadap bpk Jokowi. Tanpa didasari ilmu yang cukup data yang valid  hanya cocology dari berbagai informasi simpang siur. Hingga saat ini dia tak pernah mampu mengeluarkan data fakta pemalsuan identitas ketika Jokowi mengajukan diri sebagai capres yang lucunya bahkan dia menantang untuk membuktikan bahwa tuduhannya itu palsu. Bukankah seharusnya dia yang mengajukan bukti valid yang mendukung dugaannya tersebut.
    Awalnya Bambang Tri menemukan foto dari karya fotographer media asing saat meliput kegiatan kampanye DN Aidit pemimpin Partai Komunis Indonesia (PKI). Ada sosok pria pengawal Aidit yang menurut Bambang Tri mirip Jokowi bila di amati dari belakang.Foto tersebut ada di halaman Wikipedia tentang PKI.
    https://id.wikipedia.org/wiki/D.N._Aidit
    https://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Komunis_Indonesia

    Bambang juga mengungkap analisa fotometrik tanpa dilandasi keahlian. Dan menyunting foto foto Jokowi yang di mirip miripkan dengan Michael Bimo.Analisa fotometriknya sama sekali tanpa keahlian hanya persepsi dan prasangkanya saja. Yang menggelitik urat tawa Bambang Tri mencoba mencocokkan struktur tubuh pria dalam foto tersebut yang dia duga mirip dengan Jokowi dicocok cocokkan dengan struktur tubuh alm. Notomiharjo Ayahanda Jokowi, untuk meyakinkan orang bahwa foto tersebut adalah ayahanda Jokowi. Bak ahli ortopedi, struktur tubuh dan ahli biologi, berupaya meyakinkan orang bahwa orang tersebut adalah ayahanda Jokowi.
    Pertanyaannya dari mana Bambang Tri punya keahlian tersebut kalau yang bersangkutan hanya tamatan SMA, apakah Bambang Tri punya keahlian dalam bidang medis yang teruji hingga mampu menganalisa secara akurat. apalagi hanya berbekal posisi pundak yang miring.
    Bambang Tri juga berlagak ahli telematika yang tersertifikasi atau memiliki keahlian Cyber Forensic, yang mampuni dan teruji saat menganilisa foto mirip Jokowi pada saat kampanye DN Aidit disandingkan dengan foto ayahanda Jokowi. Kedua foto tersebut diberi garis garis satu sama lain dan secara ajaib muncul kesimpulan bahwa orang dalam foto tersebut adalah ayahanda Jokowi, 

    Awalnya semua kesimpulan analisa abal abal ala Bambang Tri dia posting melalui akun Face Booknya sebelum akhirnya disarikan kedalam bukunya tersebut. Dalam bukunya tersebut juga mencantumkan Michael Bimo adalah saudara kandung dari Jokowi padahal Michael Bimo ayahnya seorang pegawai negeri & kakenya di makamkan di Taman Makam Pahlawan. 

    Bambang Tri juga sempat menantang uji laboratorium tes DNA kepada Jokowi untuk membuktikan bahwa prasangkannya ini adalah kebenaran.Sungguh fitnah teramat keji yang dilakukan orang ini.Dan lebih bodohnya lagi isu murahan ini di yakini pula oleh orang yang notabene punya tingkat pendidikan lebih tinggi dari Bambang Tri.
    Apakah dengan ditahannya Bambang Tri isu PKI ini akan mereda tentu tidak, meskipun mulai sedikit mereda tapi dipastikan akan terus di hembuskan dengan cara paling bodoh sekalipun. Untuk itu tulisan saya "Menguak Hoax Jokowi Keturunan PKI" akan terus berlanjut, untuk mewartakan kebenaran dan manfaat sehingga kita tidak jadi orang yang dibodohi orang bodoh.

    Penulis
    The G






























    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Anda telah membaca Menguak Hoax Jokowi Keturunan PKI (Bag. 2) Rating: 5 Ulasan oleh doddy goentoro
    Scroll to Top