• Latest News

    Infiltrasi PKS (bag.2)

    Sudah bukan rahasia lagi ketika mendengar ROHIS menjadi ajang pengkaderan PKS, Sangat jarang ditemukan Rohis yang benar benar steril dari pengaruh PKS, bahkan Universitas KW yang mayoritas  mahasiswanya anak anak bodoh, cuman keberuntungan mereka terlahir dari keluarga kaya, sehingga walaupun goblok bisa kuliah, sedihnya lagi Rohisnyapun sudah disusupi PKS. Dari lembaga universitas KW inilah PKS mendapatkan kader Liqo Militan yang sangat loyal dan tidak akan bersikap kritis terhadap penyelewengan Mullabi dan sikap 

    partainya.Setelah sekian lama kangker bernama PKS mengerogoti Muhammadiyah pun akhirnya menyadari bahwa mereka telah disusupi 





    Yang terakhir adalah NU berhasil membongkar sumber berita hoax yang mengklaim sebagai gerakan NU Garis Lurus dan ketika ditelusuri maka jelaslah NU juga telah disusupi oleh PKS.



    Pada 2006 sebuah TK milik Aisyiyah Muhammadiyah di Prambanan yang telah berdirio 20 tahun hendak di rubah menjadi TK Islam Terpadu, di belakang rencana itu ada Hidayat Nur Wahid yang saat itu menjabat sebagai Ketua MPR & Dewan Pembina Pengurus  Yayasan Islamic Centre yang berafiliasi dengan PKS, tentu saja pimpinan wilayah Muhammadiyah Jateng berkeberatan dengan rencana itu, kasus lain dimana PKS mengambil alih tanah Mesjid wakaf Muhammadiyah ketika HNW membantu membangun fisik mesjid di atasnya. 
    Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Bogor pada tahun 2006 yang saat itu dipimpin Walikota Nur Mahmudi Ismail mantan Presiden PKS, Hasbullah Rahmad ketua fraksi Partai Amanat Rakyat (PAN) Depok mengungkapkan hal tersebut pada Desember 2006.
    Ketika Indonesia darurat hoax, kenapa ini baru disadari oleh banyak nitizen, padahal ini adalah program infiltrasi PKS dalam media, mencapai jaman keemasan di era Tifatul Sembiring saat menjabat sebagai Menkominfo, masih ingatkah ketika sang Menteri mengfollow akun mesum dan ketika ada nitizen atau media berani membongkar busuknya syahwat & korupsi kader elit PKS sudah dipastikan media atau postingan nitizen tersebut langsung sulit diakses. Beberapa hari kemudian bahkan kalau kita cermati dengan seksama banyak situs media yang mengatasnamakan Islam di dunia maya, mereka begitu mengagungkan PKS & menyanjung yang berkoalisi dengannya. Tetapi di lain pihak mereka banyak menyebarkan fitnah terhadap musuh politik dan terhadap berita ini di share oleh para jundi di medsos bahkan ditulis pula oleh berbagai media cetak yang telah disusupi oleh mereka. cuma dalam penulisan di  media cetak,  penulis yang mengambil  berita dari dunia maya sungguh amat piawai bermain dalam olah kata sehingga pembaca bertanya tanya dan menggali rasa ingin tahu, istilahnya mengajak pembaca media cetak mencari sumber di dunia maya sumber fitnah hoax yang mereka tuliskan dan meyakini bahwa itu adalah kebenaran. Ini adalah bentuk Infiltrasi propaganda PKS melalui media.

    Mungkin banyak orang bertanya tanya kenapa setiap usaha yang dikerjakan kader PKS selalu sukses, padahal wiraswasta/usahawan lain yang memiliki banyak faktor pendukung sukses bisnisnya malah tersendat dan terkesan kesuksesannya di bawah kader PKS, atau sulitnya seorang pengusaha wiraswasta yang akan menembus atau berbisnis dalam bidang pertanian, peternakan dan perdagangan, inilah akibat dari Infiltrasi PKS di dalamnya, PKS menginginkan kadernya mempunyai kekuatan ekonomi untuk mendukung program dan kampanye partai. Sudah bukan rahasia lagi kalau 2 periode PKS memiliki 2 menteri yang menggurusi hal itu, ada mantan Menteri Pertanian Anton Apriantono, mantan Menteri Pertanian Suswono, benarkah mereka bekerja untuk negara..?? Sangat salah mereka bekerja untuk PKS tentunya dimana dimasa itu banyak kader Liqo yang dimasukkan sebagai PNS dalam Kementrian itu, banyak pula perusahaan baru rekanan proyek Kementrian Pertanian yang ternyata kepemilikan perusahaannya adalah kader Liqo PKS,  sementara di akar rumput banyak para jundi PKS yang tiba tiba membuat UKM dibidang yang tak jauh dari pertanian dan peternakan. Kasus terbesar yang terkuak adalah kasus kuota daging sapi yang menyeret LHI & Fathonah. Sebuah usaha tentunya membutuhkan modal awal bagi orang diluar kader PKS itu suatu masalah vital tapi hal itu bukan lagi masalah bagi kader PKS dikarenakan untuk membangun keadilan ekonomi sosialis ala PKS, perbankkan adalah salah satu target vital Infiltrasi PKS sehingga bukan rahasia lagi kalo banyak Bank BMT yang dimiliki oleh para kader PKS dan posisi strategis pada suatu Bank Swasta Nasional yang dipegang oleh kader PKS, sehingga sangat mudah bagi kader PKS ketika ingin membuka suatu usaha, dan membutuhkan pinjaman yang bahkan tanpa jaminan dari Bank sebagai modal awal.

    Mas Nur Sigit











    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Anda telah membaca Infiltrasi PKS (bag.2) Rating: 5 Ulasan oleh doddy goentoro
    Scroll to Top