• Latest News

    Demokrasi Pancasila Sudah Final

    DEMOKRASI PANCASILA SUDAH FINAL

    Sekitar tahun 322 SM, filsuf Aristoteles memberi definisi yang bagus tentang politik, baginya" Politik adalah seni mengatur dan mengurus negara dan ilmu kenegaraan. Politik mengatur kebijaksanaan/tindakan yang bermaksud mengambil bagian dalam urusan kenegaraan/pemerintah termasuk yang menyangkut penetapan bentuk, tugas dan lingkup urusan negara. Mengurus negara/pemerintah dapat dijalankan dengan cara aturan dan hukum yang berbeda beda misalnya  secara demokratis, liberal, otoriter, diktatorial, machiavelistis atau etis". Definisi politik oleh Aristoteles ini lebih jelas dimana batasan batasannya atau ruang lingkupnya, karena itu definisi politik dalam kategori ini bisa dibedakan dengan agama, hukum dsb, sehingga orang tidak bisa sedemikian mudah mencampurkan antara politik dan agama yang saat ini seringkali disalah gunakan oleh fundamentalis Islam. Mungkin definisi politik oleh Aristoteles yang demikianlah yang dijadikan pedoman oleh para pemikir politik Barat untuk membentuk negara sekuler.

    Indonesia sejak merdeka sebetulnya telah menerapkan konsep Sekularisme politik ini akan tetapi, karena mengingat tidak mudahnya konsep ini dipahami masyarakat awam, maka seluruh tokoh politik sekuler Indonesia malu malu untuk menyatakan secara tegas. Maka muncullah pernyataan bung Karno bahwa "Indonesia bukan negara agama bukan juga negara sekuler tetapi negara demokrasi Pancasila yang dijiwai oleh nilai nilai agama". Namun faktanya, konsepsi politik kenegaraan ini ternyata manjur untuk bisa menjadi wadah persatuan semua pemeluk agama yang ada di negeri ini. Terbukti warga negara Indonesia selama puluhan tahun hidup rukun rukun saja. Menjadi masalah kemudian ketika kaum fundamentalis mempermasalahkannya dan memaksakannya untuk diganti dengan konsepsi Daulah Khilafah Islamiyah, yang berarti menolak memisahkan politik dengan agama, jika demikian berarti suatu yang sebenarnya tidak bermasalah menjadi bermasalah, itu sepenuhnya bukanlah merupakan kesalahan sistem atau konsepsi politik ada (Demokrasi Pancasila), melainkan semuanya murni kerupakan kesalahan dari yang mempermasalahkannya itu sendiri. Lalu bagaimana kita sebagai rakyat seharusnya meresponnya? yaa harus dilawan karena itu merupakan bentuk dari akar persoalan. Sekali lagi yang bermasalah itu yang mempermasalahkannya, dan bukan sistem atau konsepsi kenegaraannya, NKRI bersatu dan tidak bisa dipisahkan lagi..!!















    Bandung, 7 Desember 2017
    Saiful Huda Ems (SHE)
    Advocat & Sarjana Hukum Tata Negara




    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Anda telah membaca Demokrasi Pancasila Sudah Final Rating: 5 Ulasan oleh doddy goentoro
    Scroll to Top