• Latest News

    Jokowi Bertarung Di Tiga Medan Sekaligus

    Copas Tulisan Kawan Jokowi Harga Mati
    Garis Tangan Jokowi

    BERTARUNG DI TIGA MEDAN SEKALIGUS

    Asaaro Lahagu

    Watimpres Sidarto Danosubroto menghentak nalar saya, saat mendengar wejangannya bersama penulis Seword & Seknas Jokowi di Hotel Aston 15 Agustus 2017, Darto panggilan Sidarto Danosubroto, menuturkan anda tidak salah menuliskan tentang Jokowi, dialah hadiah terhebat bagi rakyat Indonesia, kami Watimpres yang berjumlah 19 orang kagum dan benar2 sangat banggak pada kinerja seorang Jokowi.
    Dia sudah ditakdirkan lewat garis tangannya untuk memimpin negeri ini, ia sanggup berperang pada 3 medan perang sekaligus. Ia menghancurkan halangan insfrastruktur buruk, menabrak mafia dengan gagah berani dan  sekaligus berperang langsung melawan kaum radikalis.
    "Jika bukan garis tangannya, Jokowi sudah lama tumbang", tutur Danosubroto mantan ketua MPR itu dengan suara meyakinkan.

    Medan Perang Pertama 
    Selama 3 tahun Jokowi jadi Presiden, dia membangun insfrastruktur masif di plosok negri. Kisah pembangunan di Papua, Kalimantan, Sulawesi, Sumatra sudah banyak diberitakan oleh media. cintanya kepada Papua membuatnya setidaknya sudah 7 kali mengunjungi daerah itu, ia membangun dari pinggiran dan memulainya dari Papua. Putera Papua Komisaris Besar Jhonny Edison Isiruntuk pertama kalinya dia angkat menjadi ajudan Presiden.
    Lalu kenapa pembangunan insfrastruktur merupakan medan perang Jokowi yang pertama? Tidak sulit untuk mencari jawaban dari pertanyaan tersebut, selama 3 tahun ini nilai proyek infrastruktur yang sudah berjalan sudah hampir mencapai 2000 trilyun jika tidak mengawasinya siang dan malam maka proyek proyek itu akan bernasib tragis seperti Hambalang. Proyek proyek yang sebagian anggarannya sebagian dari hutang akan mangkrak karena di korupsi, artinya Jokowi berperang sengit di insfrastruktur agar selesai tepat waktu dan bebas dari incaran para koruptor.
    Demi pengawasan dan mencari solusi yang lebih mendetail, Menteri Perhubungan, Budi Karya yang turut hadir bersama Danusbroto menuturkan ada 7 kali rapat Menteri dalam seminggu di era Jokowi. Sementara di era SBY rapat semacam ini hanya diadakan sekali dalam dua minggu. Jokowi ingin mengetahui secara mendetail apapun tentang proyek insfrastruktur dan solusi permasalahan bangsa, dan semua itu dibicarakan di dalam rapat.

    Medan Perang Kedua
    Jokowi adalah penghancur para mafia yang tersebar di berbagai lini, ada mafia migas di Petral, mafia pangan di gula, garam, beras, cabe hingga daging sapi, ada mafia ikan di laut dan mafia kapal, mafia bola, mafia pupuk, mafia Freeport, mafia media, Jokowi berani melawan semua mafia mafia itu dan mereka semua sekarang banyak yang tiarap, dan tentu saja para mafia itu melakukan perlawanan yang sangat seru. Dan disinilah Jokowi berperang dengan gagah berani dan jika bukan karena garis tangannya Jokowi sudah lama tumbang ditangan mafia.

    Medan Perang Ketiga
    Melawan kaum radikalis. Mereka ini didukung oleh oknum oknum lawan politik Jokowi, kaum intoleran sekaligus kaum radikalis yang bercita cita mendirikan Khilafah. Mereka sudah terang terangan mempromosikan cita citanya negara Khilafah secara terbuka. Mereka tinggal menunggu waktu untuk mengambil alih kekuasaan dari pemerintahan yang sah. Tapi Jokowi bergerak cepat mengeluarkan Perppu menjadi senjata andalan untuk menggebuk kaum radikalis itu, Dan tentu saja kalau bukan garis tangannya Jokowi tumbang di tangan kaum radikalis tersebut.

    Dengan takdir di garis tangannya, Jokowi terus menghentak banyak pihak. Ada banyak pihak yang sebelumnya nyinyir, bermusuhan kini malah berbalik mendukung Jokowi. Kekonsistenan Jokowi untuk berperang terus di 3 medan ditambah komunikasi hebat plus kesabarannya nyali lawan lawannya ciut. Lihatlah Harry Tanoe, Fahri Hamzah dan SBY datang bersalaman dengan Megawati pada perayaan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-72 itu semua berkat kepiawaian komunikasi Jokowi.
    Berkat strategi jitu Jokowi dibidang pembangunan insfrastruktur kaum pemberontak Papua kini satu persatu menyerah. Mereka menyerah bukan karena kalah dalam berperang tapi luluh karena sentuhan Jokowi. Pembangunan spektakuler Jokowi di Papua membuat mata mereka terbuka sang pemimpin hebat telah hadir di tengah tengah mereka. Fajar di Timur telah terbit moment emas untuk bangkit telah tiba.
    Tepat di hari Kemerdekaan 17-8-2017 77 orang mantan Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang dipimpin oleh Kris Nussy Sineri bersama 300 simpatisan di Kabupaten Yapen turun gunung dengan kebulatan tekad yang tinggi sambil menyerahkan senjata mereka menyatakan kembali ke NKRI ( Negara Kesatuan Republik Indonesia). Inilah tahap ke tiga penyerahan senjata yang dilakukan OPM dimana sebelum sebelumnya pernah terjadi di sebuah pegunungan pada bulan Maret dan di Puncak Jaya pada Juli lalu.






    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    1 comments:

    1. Smoga pakde Jokowi senantiasa ada dlm lindungan Allah SWT

      ReplyDelete

    Item Reviewed: Jokowi Bertarung Di Tiga Medan Sekaligus Rating: 5 Reviewed By: doddy goentoro
    Scroll to Top