• Latest News

    Pulau Peucang Keindahan Yang Tersimpan ( Hari Pertama )

    Indonesia adalah tumpah darahku, Indonesia adalah tanah kelahiranku, tempat pertama kali aku lahir ke dunia dan melihat matahari, tempat aku bernafas dan menghirup udara kedamaian dan tempat dimana aku mengenal lautan bebas. Sebenarnya negara kita yang kepulauan ini dari Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia tahun 2004 adalah sebanyak 17.504 pulau jumlahnya, 7.870 pulau diantaranya telah mempunyai nama sedangkan sisanya atau sejumlah 9.634 pulau belum memiliki nama.
    Penduduk terbesar terpadat terletak di pulau Jawa, begitu banyak bangunan bangunan pencakar langit berada. Sejenak kita yang tinggal di kota Metropolitan ingin sekali mencari "runway trip" yang tidak terlalu merogoh saku, menawarkan beragam aktifitas yang bisa berdekatan langsung dengan alam, bermain dengan fauna, berpose diantara flora, ataupun keindahan pantai, laut dan pegunungan. Kita tidak perlu jauh jauh bepergian keluar negri karena di negri tercinta ini masih banyak "surga dunia" yang belum terjamah dan di eksploitasi oleh orang kita sendiri. Saya mendapat informasi dari seorang sahabat terbaik saya bahwa ada satu pulau yang sangat indah dengan pasir putih bak kristal yang lembut dan menawan, air jernih yang memantulkan laut biru, perpaduan udara bersih yang dihasilkan oleh hutan yang alami disekitarnya serta bermain main dengan hewan liar yang sudah jinak dan akrab dengan manusia seperti monyet, rusa, babi hutan, biawak bahkan didalam hutan liarnya masih dapat dijumpai badak bercula satu yang hanya ada di tempat ini. 
    Pulau ini ada di ujung pulau Jawa yaitu pulau Peucang. Pulau Peucang merupakan pulau yang berada di selat Panaitan kabupaten Padenglan Banten atau sebelah Timur Taman Nasional Ujung Kulon. Pulau ini bersama pulau Panaitan dan pulau Handeuleum termasuk dalam wilayah kawasan Taman Nasional Ujung Kulon sehingga tidak sedikit wisatawan yang berkunjung ke Taman Ujung Kulon juga berkunjung ke pulau berpasir putih ini. Karena dalam wilayah Taman Nasional Ujung Kulon, pulau Peucang juga diterima sebagai situs warisan dunia UNESCO, bersama dengan pulau Panaitan dan pulau Handeuleum.
    Akhirnya saya bersama beberapa sahabat saya dari Gereja dan ada yang membawa keluarga, memutuskan untuk berangkat tengah malam di hari Jumat melakukan  perjalanan menuju desa Taman Jaya kelurahan Sumur yaitu Desa terujung dari pulau Jawa. Dimana kami transit dulu disalah satu cottage sederhana "Sunda Jaya Cottage" milik pak Komar. Beliau ini sudah sangat terkenal karena banyak wisatawan dalam dan luar negeri yang menggunakan jasa beliau sebagai penyedia jasa untuk penginapan, kapal tradisional untuk menyebrang ke pulau Peucang, Dan uniknya di kapal milik pak Komar ini juga di sediakan makan dan minuman baik dari sarapan pagi hingga makan malam. Kami memutuskan untuk istirahat sejenak di cottage pak Komar ini sebelum melanjutkan perjalanan menyebrang ke pulau Peucang yang diperkirakan memakan waktu 2,5 jam.
    Sunda Jaya Cottage Milik Pak Komar
    Pemandangan dari Sunda Jaya Cottage
    Suasana di Sunda Jaya Cottage 
    Oh yaa sekedar informasi sebaiknya untuk kendaraan jika membawa sendiri jangan menggunakan mobil sedan karena jalan menuju Desa Taman Jaya rusaknya sangat parah, tapi tenang saja karena sepanjang perjalanan kita disuguhi pemandangan bentangan sawah dan pegunungan.
    Lalu sekitar sejam beristirahat kita melanjutkan perjalanan menggunakan kapal menuju pulau Peucang. Kapal yang kita naiki dapat menampung sekitar 20 orang. Kita pasti akan langsung terkesima begitu menginjakkan kaki di dermaga pulau Peucang ini.











    Suasana Di Dermaga Pulau Peucang








    Naaah supaya gak kelaparan, kita bisa minta awak kapal untuk menyediakan makan siang. Ini menu makan siang kita.

    Menu Makan Siang













    Penginapan di pulau Peucang dikelola oleh PT Wanawisata Alam Hayati. Beragam harga yang tersedia seperti: 
    Flora A Rp 780.000 (6 kamar AC) 
    Flora B Rp 680.000 (6 kamar AC) 
    Fauna Rp 400.000 (8 kamar)
    Ada juga hitungan berdasarkan per kamar yaitu Rp 150.000 - Rp 250.000 per kamar per malam tanpa AC dan tidak ada sinyal untuk telepon selular  di tempat ini tapi tersedia telepon darurat via satelit.
    Keterasingan ini tentu sangat mengasyikan akan membawa anda akan suasana kombinasi cakrawala yang bersih, pasir putih, gradasi warna laut dari hijau hingga biru tua.
























    Suasana Penginapan
    Hari pertama kami menikmati bersenda gurau dengan hewan hewan yang ada, monyet monyet disini terkadang usil sehingga pintu kamar dan jendela harus selalu tertutup agar tidak dimasukkin oleh monyet monyet tersebut.
    Bersenda Gurau Dengan Hewan Liar








    Disini juga memiliki fasilitas restoran sederhana atau semacam kantin, dengan menu nasi, lauk pauk, sayuran serta buah buahan bahkan kopi dan teh juga disediakan.













    Bersambung...
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Anda telah membaca Pulau Peucang Keindahan Yang Tersimpan ( Hari Pertama ) Rating: 5 Ulasan oleh doddy goentoro
    Scroll to Top