• Latest News

    Pulau Peucang Keindahan Yang Tersembunyi ( Hari Ke Dua )

    Keesokan harinya kami menuju pulau Ciganter dengan kapal. Tiba di pulau Ciganter karena tidak ada dermaga jadi kami dijemput oleh canno, yang akan mengantar kami mengelilingi aliran sungai air payau di tengah pulau, suasana disana mirip seperti sungai Amazon, menegangkan tapi menyenangkan, tumbuhan yang bergelayut di kiri kanan dan berbagai hewan yang ada disana menjadi  hal yang menarik perhatian.
    Selama perjalanan kita terkadang bisa menjumpai kawanan monyet liar bahkan buaya air tawar, dan ular yang bergelantungan di ranting pepohonan.











    Sungai Air Payau pulau Ciganter














    Lalu perjalanan kamipun dilanjutkan ke padang rumput sabana, pengembalaan yang bernama Cidaon/
    Padang pengembalaan Cidaon seluas 5,5 hektar merupakan hamparan padang rumput yang digunakan banteng untuk melakukan berbagai aktivitasnya seperti merumput, beristirahat, kawin dan mengasuh anaknya. Biasanya banteng muncul di pengembalaan Cidaon saat pagi atau sore saat matahari menjelang tenggelam. Selain banteng kadang juga dijumpai juga burung merak berkejaran dan memekarkan bulunya.
    Jangan berisik ya teman bila kalian ingin mengamati kawanan banteng, dengan temannya si cantik burung merak, Lucunya burung merak ini akan berteriak atau mengeluarkan suara aneh untuk memperingati para banteng bila mereka merasa terganggu.

    Padang Pengembalaan Cidaon

















    Sebelum meninggalkan dermaga Cidaon jangan melewatkan terbenamnya matahari yang sangat menakjubkan. Benar benar keagungan Tuhan perajut lembayung jingga begitu terlihat begitu magisnya.


    Sunset Dermaga Cidaon




















    Dimalam hari kami memutuskan untuk membuat api unggun kecil sehingga tidak menimbulkan asap berlebihan, kamipun membakar ikan ikan segar yang kami peroleh dari para nelayan ataupun penghuni pulau Peucang. Juga sebagai alternative juga bisa membeli dari para awak kapal yang membawa kita. Alternatif lain kita juga bisa membakar camilan mungil marshmellow.















    Penulis:  Althea Christanty Foo
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Anda telah membaca Pulau Peucang Keindahan Yang Tersembunyi ( Hari Ke Dua ) Rating: 5 Ulasan oleh doddy goentoro
    Scroll to Top