• Latest News

    Pulau Peucang Keindahan Yang Tak Terlupakan ( Hari Ke Tiga )

    Esok paginya kami menuju ke Tanjung Layar untuk melihat mercusuar, sesampainya di dermaga yang disebut Cibom, perjalanan kami perjalanan kami di lanjutkan dengan berjalan kaki menembus hutan selama setengah jam untuk mencapai mercusuar. Mercusuar itu berdiri di sebuah bukit yang menjorok kelaut dengan tebing tebing yang curam. Dari Mercusuar kita dapat mengambil gambar suasana selat Sunda dan pemandangan hutan kita juga bisa memandang ke arah laut.
    Disini kami dapat menikmati gugusan karang yang tegak dihantam ombak, tebing tebing yang tinggi menjulang, dengan gempuran ombak Samudra Hindia dan merasakan hembusan angin laut. Kita juga dapat berkemah di tengah hamparan rerumputan yang hijau, melihat  Mercusuar peninggalan Belanda yang berdiri sejak tahun 1972 tapi sudah tak digunakan lagi.
    Jalur trail Cibom - Tanjung Layar berjarak kurang lebih 1,66 km, trail ini merupakan jalan batu bekas masa penjajahan Belanda yang digunakan sebagai akses antara Cobom ke Tanjung Layar , beberapa objek menarik bisa dijumpai sepanjang jalur tersebut adalah sbb:
    Daerah Cibom dimasa penjajahan Belanda akan dijadikan pelabuhan Internasional bagi kapal kapal dagang Belanda. Hal ini dapat dilihat dari sisa sisa bangunan dari dermaga Cibom yang dibangun pada tahun 1808 bekas bangunan yang tertinggal hingga saat ini yaitu tangga batu bata dan batang besi yang dulunya digunakan sebagai tiang penyangga dermaga.


























    Pada jalur trail Cibom - Tanjung Layar dapat dijumpai sebuah pohon Kiara yang berlubang yang melintang ditengah jalur perjalanan. Lubang pohon ini bagaikan pintu masuk trail ini, yang dihiasi dengan keindahan akar akar yang besar dan menjuntai ke tanah. Buah pohon ini banyak dimanfaatkan oleh satwa jenis burung dan primata.
    Bangunan mercusuar ke 3 ini dibangun pada tahun 1972, sampai saat ini masih dioperasikan oleh Departemen Perhubungan. Dari atas mercusuar kita dapat menikmati pemandangan indah berupa laut lepas, dengan beberapa pulau kecil disekitarnya. Kita juga dapat melihat mercusuar pertama dan kedua.
    Komplek mercusuar lama ini dapat dicapai dari komplek penjara yang ada dibawahnya.Terlebih dahulu harus menaiki tangga kurang lebih setinggi 40 meter, dengan anak tangga berjumlah 154. Terdapat kamar kamar petugas mercusuar yang dibangun yang dibangun sekitar tahun 1800, pada sisi kanan pada bangunan utama terdapat tungku masak seperti yang terdapat pada komplek penjara,
    Komplek bangunan ini terdapat dibawah komplek bekas bangunan mercusuar 1 dan 2. Bangunan penjara terdiri dari 3 buah kamar yang dihubungkan oleh satu buah lorong. Penjara ini dulunya diperuntukan bagi para pemberontak yang membantu Sultan Banten pada masa penjajahan Hindia Belanda.
    Padang pengembalaan ini terletak di sebelah bangunan penjara, tampak menghijau ditutupi oleh rumput. Pada padang pengembalaan ini terdapat bekas bekas reruntuhan mercusuar lama akibat dari letusan Gunung Krakatau. Sisi lain dari padang pengembalaan ini tampak gejala alam yang unik berupa batu karang yang menjulang tinggi dan kokoh.













    Penulis  Althea Christanty Foo
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Anda telah membaca Pulau Peucang Keindahan Yang Tak Terlupakan ( Hari Ke Tiga ) Rating: 5 Ulasan oleh doddy goentoro
    Scroll to Top