• Latest News

    Apa yang Kamu Lakukan Jika.....??

    Kali Ini penulis akan menampilkan 3 buah cerita yang terinspirasi dari berbagai sumber kisah horror ini akan menarik kalau kita berandai andai, seandainya kisah ini terjadi kepada kita, kira kira apa yang akan kita lakukannya..bisa tulis di kolom kementar yaa..hmmmm

    Cerita Pertama ( Ibu Ada Dimana..?  )

    Aku seorang pria yang pendiam, apalagi pekerjaanku sebagai akuntan keuangan sebuah perusahaan tak membutuhkan aku banyak bicara, sifat kaku ku ini membuat aku jarang bergaul dan memiliki banyak teman, hingga suatu saat aku berkenalan dengan seorang wanita, sebut saja namanya Susan, sifatnya yang periang dan banyak bicara berlawanan dengan sifatku ini membuatku tertarik, hingga akhirnya kami menikah.
    Ternyata setelah menikah aku mulai kesal dengan prilakunya yang bawel dan suka memerintahku sesukanya, aku diperlakukan seperti kacung di rumah, tentu saja karena aku tak suka dengan keributan aku mengalah, meskipun begitu tahun pertama kami dikaruniai seorang bocah laki laki yang manis dan lucu, setelah berumur tujuh tahun dia makin dekat dengan ibunya maklumlah karena ibunya lebih sering berinteraksi dengannya ketimbang denganku.
    Sayangnya kehadiran anak tak membuat istriku Susan menghargaiku, selayaknya seorang suami sekaligus ayah dari anakku, dia sama sekali tidak menunjukkan prilaku layaknya istri yang baik, sering ia menunjukkan sikap kasar di depan anakku, hal ini membuat harga diriku direndahkan, puncaknya di ulang tahun anakku dia membuat aku kelihatan konyol dengan terang terangan memerintahku ini itu di depan teman2 anakku seolah aku jongos tak berharga. Belum lagi beberapa hobiku yang dia larang dilakukan di rumah, seperti mendengar musik, membaca dan menonton tv.
    Hingga akhirnya terbesit dipikiranku untuk membunuhnya, rumah kami yang jauh dari lingkungan warga, kehidupan kami juga yang jarang bersosialisasi serta istriku anak tunggal yang sudah yatim piatu membuat aku berpikir kepergiannya tak akan banyak ditanyakan orang.
    Kesempatan itu akhirnya tiba ketika anakku pamit bermalam kerumah temannya, malam itu ketika aku sedang mendengarkan musik kesukaanku menggunakan head set istriku tiba tiba mendatangiku menarik lepas alat head setku dan memerintahku mencuci piring. dengan kesal seperti biasa aku menuruti kemauannya sedangkan dia sendiri beranjak tidur.
    Selesai mencuci piring aku mengendap endap kekamar istri takut ia terbangun, didalam kamar aku raih bantal disampingnya, aku tindih tubuh istriku lalu aku bekap wajahnya dengan bantal. Dengan kuat ia meronta sekuatnya tentu saja tenaganya tak sebanding denganku, akhirnya ia terkulai lemas dan aku menahan bantal tersebut beberapa saat untuk memastikan kematiannya. Lalu mayatnya aku kubur dibelakang rumahku.
    Esoknya aku berlaku seperti biasa, aku senang bisa bebas darinya, aku bisa berlaku semauku, mendengarkan musik, membaca, menonton tv sesukaku,  hanya ada sedikit kekwatiran kalau anakku akan menanyakan keberadaan ibunya, maklumlah dia sangat dekat dengan ibunya, "aah banyak alasan untuk mengalihkannya seperti pergi kerja di luar negeri atau  apalah" pikirku.
    Anehnya anakku sama sekali tidak menanyakan keberadaan ibunya, bahkan setelah 3 hari setelah aku membunuh istriku. hingga suatu malam ketika kami sedang menikmati makan malam aku tak tahan lagi untuk bertanya.
    "Nak apakah kamu tidak kangen dengan ibumu"
    Dengan heran anakku menjawab "tentu saja tidak, bukan ibu selalu ada di belakang ayah"

    Cerita Kedua ( Jendela Hotel )

    Pekerjaanku sebagai seorang Salesman membuatku selalu bertemu dengan banyak klien, sering kali aku keluar kota dan pulang larut malam. maklumlah produk yang aku tawarkan ini perlu banyak penjelasan membuatku perlu waktu lama untuk membujuk klienku untuk tertarik membelinya.
    Suatu hari seperti biasa aku kemalaman sehabis bertemu klienku, kebetulan rumahnya berada di luar kota membuat aku memutuskan untuk bermalam di sebuah hotel yang nyaman pikirku.
    sepanjang jalan nampak sunyi sepi, lampu jalan yang sangat jarang membuat suasana gelap menyeramkan. Tak banyak pula nampak rumah penduduk si pinggir jalan. Aku bernafas lega ketika akhirnya kutemukan sebuah hotel kecil. "akhirnya.." bisikku lega
    Hotel kecil ini nampak sedikit kusam bangunannya pun nampak tua dan tak terawat, dan sepertinya tak ada tamu lain selain aku. Kondisiku yang sangat lelah membuatku memutuskan untuk bermalam di hotel tersebut. "tak apalah toh hanya semalam daripada terjadi apa apa dijalan"
    gumamku.
    Di meja penerimaan tamu aku dilayani seorang pria tua yang nampak terkantuk kantuk, sembari dia mencatat kartu identitasku mataku mengitari sekeliling ruangan, cahayanya temaram tapi ruangannya tertata rapi, banyak lukisan disekelilingnya yang menurutku cukup seram mengambarkan siluet mahluk yang tak begitu jelas bentuknya, seperti menatap isi ruangan.
    Akhirnya aku diantarkan ke sebuah kamar yang ada di ujung lorong, ternyata kamarnya cukup bersih dan nyaman, hanya cahayanya lampunya setemaram ruangan depan, dan lagi lagi nampak sebuah lukisan besar tepat di ujung tempat tidurku. Lukisan siluet seperti seseorang yang tidak begitu jelas menempelkan wajah dengan tangan terbentang lebar di kedua sisi kepalanya dengan latar belakang pepohonan serta seperti menatapku tajam. Sebenarnya aku ingin membatalkan pesanan kamarku karena suasananya membuatku merinding tidak nyaman namun setelah aku ingat keadaan jalan yang gelap dengan kondisi lelah tentu akan berbahaya sekali buat keselamatanku. Akhirnya aku memutuskan untuk bermalam saja kali ini.
    Setelah aku membersihkan tubuhku seadanya aku menarik selimut dan tertidur pulas.
    Hingga menjelang siang aku terbangun oleh  sinar mentari yang menerobos masuk dari jendela tepat di ujung tempat tidurku. 'waaah aku kesiangan.." kataku sedikit panik sambil merengangkan kedua tangannku selebarnya, aku menatap heran ke arah jendela yang ada tepat di tepat ujung tempat tidurku itu,
    "kemana lukisan siluet yang ada disana semalam..????













    Cerita Ketiga ( Jam 12 Satu Menit )

    Aku sontak terbangun ketika tanggannya membekap mulutku dengan kuat dan membuatku sulit bernafas, hal terahir yang sempat aku lihat sebelum pisau besarnya menghujam batok kepalaku adalah jam dinding yang menunjukkan jam 12 malam lebih satu menit.
    Akhirnya aku tersentak dari tidurku dengan peluh membasahi tubuhku. "syukurlah hanya mimpi buruk rupanya" ucapku lega. Lalu aku menatap jam dinding dikamarku menunjukkan waktu tepat jam 12 malam. Tapi beberapa saat kemudian, aku kini melihat pintu kamarku berlahan terbuka lalu nampak seseorang dibaliknya dengan sebuah pisau besar ditangannya.













    Nah bagaimana menurut pembaca budiman..?



    Penulis THE G
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Anda telah membaca Apa yang Kamu Lakukan Jika.....?? Rating: 5 Ulasan oleh doddy goentoro
    Scroll to Top